Menu Toolsenin
Kategori Alat
Informasi & Bantuan

Kalkulator Masa Subur & Ovulasi

Perkirakan hari ovulasi dan jendela masa subur wanita berdasarkan tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT) dan siklus bulanan.

Data Siklus Menstruasi
Hari
Perkiraan Hari Puncak Ovulasi:
14 Oktober 2026
Rentang Jendela Masa Subur
10 - 15 Oktober 2026
Peluang Pembuahan Tertinggi
3 Hari Sebelum Ovulasi
Perkiraan Haid Berikutnya
28 Oktober 2026
IKLAN / SPONSOR
Ruang Iklan Terverifikasi Google AdSense Responsif, ramah pengguna, dan memenuhi pedoman IAB (Interactive Advertising Bureau).
Slot Iklan

Bagaimana Menentukan Hari Ovulasi Wanita?

Ovulasi adalah pelepasan sel telur matang dari ovarium ke saluran tuba falopi yang siap dibuahi oleh sperma. Secara biologis, ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya (panjang fase luteal umumnya konstan 14 hari).

Karena sperma mampu bertahan hidup di dalam rahim wanita hingga 3–5 hari, maka Jendela Masa Subur (*Fertile Window*) dihitung mulai dari 5 hari sebelum ovulasi hingga 1 hari setelah ovulasi terjadi.

Tanda-Tanda Fisik Tubuh Memasuki Masa Subur

  • Lendir Serviks Bening & Elastis: Menjelang ovulasi, keputihan serviks menjadi jernih, licin, dan elastis menyerupai konsistensi putih telur mentah.
  • Kenaikan Suhu Basal Tubuh: Setelah ovulasi, suhu tubuh saat baru bangun tidur naik sedikit sekitar 0.2 hingga 0.5 derajat Celsius akibat lonjakan hormon progesteron.
  • Nyeri Ringan di Satu Sisi Perut: Dikenal sebagai sensasi *Mittelschmerz* saat sel telur dilepaskan dari folikel ovarium.
IKLAN / SPONSOR
Ruang Iklan Terverifikasi Google AdSense Responsif, ramah pengguna, dan memenuhi pedoman IAB (Interactive Advertising Bureau).
Slot Iklan

FAQ Masa Subur

Apakah kalkulator ini akurat jika siklus haid saya tidak teratur?
Kalkulator kalender berbasis rata-rata matematika paling efektif untuk wanita dengan siklus haid yang teratur. Jika siklus haid Anda tidak menentu, disarankan mengombinasikannya dengan alat uji ovulasi urin (*ovulation test pack / LH strip*) atau konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG).